Au Revoir ! Selamat tinggal !
saya benci perpisahan. kenapa harus ada perpisahan?
seseorang berkata : kalau tidak ada perpisahan, kita tidak akan menghargai sebuah pertemuan.
ada benarnya memang.
kita semua diatur untuk bertemu. bertemu lalu berpisah. saya punya sebuah cerita, cerita tentang saya.
saya bertemu dengan seseorang. dia teman saya. sebelumnya saya tidak mengenal dia dengan baik, namun karena kesamaan hobi dan tim sepak bola favorit, akhirnya kami dekat. haha kami suka menonton sepak bola.
kami sering berbincang tentang tim sepak bola favorit kami. banyak bahan pembicaraan membuat saya tidak kunjung bosan berbicara dengannya. sampai akhirnya, saya harus menjauhinya karena sesuatu hal yang menurut saya konyol.
beberapa bulan kemudian, kami kembali dekat. haha masih sebagai teman tentu saja, namun lebih dekat. saya sudah menganggapnya sebagai sahabat baik saya. saya cerita banyak hal kepada dia. dari hal konyol, sampai mendiskusikan banyak hal serius lainnya. saya merasa sangat nyaman berbincang dengan dia haha dia sangat baik dan konyol sekali.
suatu saat saya merasa sangat terpuruk. saya sedang sedih karena suatu hal. saya menghubungi dia. hanya dalam beberapa menit saja dia sudah bisa membuat saya lebih baik. saya kembali tertawa dengan lepas. kami berbagi teka-teki yang garing dan tidak lucu sebenarnya. dia berkata : " gitu dong jangan sedih sedih mulu. kalo kayak gini, baru lo yang gw kenal. kalo ada apa apa, gw selalu ada kok buat bantuin lo "
bagaimana saya tidak tersenyum? dia sahabat yang baik bukan? haha
hari berganti dan kami semakin dekat. ya, lebih dari sekedar teman. jujur, awalnya saya masih belum merasa sayang sama dia. tapi apa yang bisa membuat saya menjadi tidak sayang sama dia? dia tidak hanya baik, dia seseorang yang sangat mengerti dan sabar menghadapi saya. dia membuat hari-hari saya cerah. berbeda dari sebelumnya. dia orang yang sangat baik, sangat konyol. pandai menghibur orang. saya senaaaaaaang sekali :D. saya tidak bisa berhenti tertawa karena celotehannya yang sebenarnya tidak lucu dan sering membuat orang kesal, namun bagi saya itu lucu sekali. haha ya begitulah. he's the sweetest thing that i've ever had.
berbulan-bulan kami menjalani semuanya. banyak masalah. bertengkar setiap saat. hingga akhirnya kesabaran dia habis menghadapi saya. jujur, saya tidak menyangka dia berubah sedrastis itu. saya sedih. it was memorably beautiful, but it has to end.
awalnya pertemuan yang manis, namun harus diakhiri dengan perpisahan yang pahit. masih terasa pahitnya hingga sekarang. menyesal? mungkin pada awalnya saya menyesal. namun lama kelamaan justru saya bersyukur. mungkinkah saya menjadi orang yang lebih baik kalau saja saya tidak mengalami hal ini? belum tentu.
sekarang saya tidak tahu bagaimana hubungan saya dengan dia. teman bukan, sahabat bukan, musuh juga bukan. kenapa bukan teman? bagaimana ya.. hmmm. kalau sedang bertemu, kami seperti orang yang tidak saling mengenal. saling diam. tapi bukan juga musuh karena tidak ada masalah apapun yang membuat dia menjadi musuh saya.
saya sedih, saya kehilangan sahabat terbaik saya. seseorang yang banyak mengisi hari-hari saya. seseorang yang selalu sabar dan setia mendengar cerita saya, jauh sebelum kami saling terlibat perasaan. mungkin saya terlalu sensitif. saya tidak mau munafik. rasa sayang itu belum juga pudar, mungkin tidak akan pernah pudar. cukup saya saja yang merasakan dan menyimpannya. saya cukup bahagia telah menghabiskan banyak hari bersama dia. ah, bukan cukup, tapi sangat amat bahagia. apa dia juga bahagia? haha dulu dia bilang dia bahagia, tidak tahu sekarang bagaimana.
kita harus selalu mengingat hal yang membuat kita senang dan bahagia. karena jika tidak, biarpun kebahagian itu di depan mata kita, kita tidak akan bisa melihat dan merasakannya lagi.
untuk kamu yang di sana, selamat tinggal. bukan untuk selamanya. kita pasti bertemu lagi aku yakin. this goodbye is a start to make a new hello :) kamu harus sukses, kamu harus bahagia. kamu harus bisa jaga diri kamu sendiri, kamu harus bisa menjadi orang yang lebih baik. kamu harus rajin, nilai kamu harus yang terbaik. kamu harus banggain keluarga kamu, buktiin kalau kamu bisa menjadi orang yang mereka harapkan. jangan lupa pada Tuhanmu. panjatkan terus doa kepada-Nya.
dan satu hal lagi ....
saya rindu kamu yang dulu, Au Revoir !
No comments:
Post a Comment